Dana 2,2 T untuk Kerajaan Diduga Alasan Ranperda Bupati Mau Jadi Raja

BREAKING NEWS SULAWESI : TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Rancangan Peraturan daerah (Ranperda) tentang susunan lembaga adat daerah mendapat penolakan keras dari para pemangku adat Salokoa ri Gowa.
Pasalnya ranperda tersebut menyebutkan ketua lembaga adat yaitu bupati Gowa yang kemudian disebut sebagai raja Gowa yakni Adnan Purichta IYL.
Pemangku adat pun menilai itu merupakan ide gila. Bahkan Adnan diminta untuk lebih baik mengusuri masalah warga dan lainnya daripada berpikir menjadi raja.
Anak mantan Bupati Gowa, Ichsan YL ini pun dituding bersikeras mendorong ranperda tersebut, lantaran ada alasan akan mendapat kucuran dana bantuan dari pemerintah pusat bagi daerah yang masih memiliki kekerajaan.
"Jangan sampai ada hubungannya dengan rencana pemerintah pusat yang akan mengucurkan dana bantuan untuk kerajaan sampai triliunan. Karena saya dengar-dengar begitu. Saya curiganya seperti itu makanya ranperda ini didorong," ujar salah satu anggota pemangku adat Salokoa ri Gowa, Andi Baso Mahmud.
Bahkan didengar-dengar untuk Kerajaan Gowa, akan mendapat bantuan sebesar Rp 2,2 triliun jika rencana tersebut disahkan.
BREAKING NEWS SULAWESI :


Miliki Mobil Berkualitas DP 2 Jutaan Angsuran 500 ribu 34 Bulan: Berikut Foto dan Spesifikasinya

Miliki segera mobinya keren lho ????????????

Harga Chas Tahun 2014            Rp. 35.000.000 ( Masih bisa kurang )
Harga  Chas Tahun 2016            Rp. 20.000.000 ( Masih Bisa kurang)

Note :

Harga diatas dapat berubah sewaktu-waktu

Harga khusus wilayah  Makassar, Jakarta, Surabaya.

Selain membeli secara cash, sobat otomotif juga bisa membeli mobil bekas taksi Blue Bird secara kredit melalui pihak finance seperti Citifin atau Adira. Dari informasi yang kami dapatkan, sobat otomotif cukup mengeluarkan biaya DP sebesar Rp. 3 juta s/d  5 Juta untuk medapatkan satu unit.
Nah untuk angsuran perbulannya Rp 500.00 ribu untuk jangka waktu 35 bulan, dan Rp 2,078 juta untuk 20 bulan. Cukup terjangkau bukan ?, bagaimana apakah anda tertarik membeli mobil bekas ataupun mobil bekas pribadi ?
Kondisi mobil masih dalam keadaan stabil, pajak /STNK baru bulan Juni 2016 ini telah diperpanjang.10388 mobil bekas


1.       1. Tampak Mesin di dalam



2000-2016
Otomatis,Manual,Dual Clutch,Tiptronic
Bensin,Solar,Hybrid,Lainnya,Bensin (Pertamax),Bensin (Premium),Bensin (Primax)

Perubahan Terakhir: 28 Aug, 2016

2. Tampak Rangka





Suda banyak yang pakai wilaya sulawesi selatan Toraja, Bone Enrekang, Makassar, Jeneponto Dll. 

Jakarta juga beeeh suda banyak pokoknya yang pakai Mantap bukan miliki segera mobilnya 

oh ia hampir lupa lampirkan foto tampak samping dan depanya








3. TAMPAK SAMPING






Maaaf  1000 x maaaf bagikan (share) biar yang lain kenna' juga hehhehe..... tersenyum itu indah


Komjen Syafruddin Resmi Jabat Wakapolri

Komisaris Jenderal Sjafruddin secara resmi dilantik sebagai Wakil Kepala Polri, Sabtu (10/9/2016). Syafruddin menggantikan Budi Gunawan yang telah dilantik sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jumat (9/9/2016).

Proses pelantikan dilangsungkan di Ruang Rapat Utama Mabes Polri. Sejumlah perwira tinggi Polri dan jajaran kepala kepolisian daerah turut hadir. Selain itu, hadir pula politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait.

Ada pun pelantikan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Pelantikan itu dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Penunjukkan Syafruddin ini berdasarkan surat telegram Nomor: ST/2219/IX/2016 tertanggal 9 September 2016. Dalam pelantikan tersebut, Syafruddin mengucapkan sejumlah sumpah.

"Bahwa saya tidak akan melakukan perbuatan korupsi, kolusi dan nepotisme, maupun menerima gratifikasi berupa apa saja dari atau kepada siapa pun juga yang diduga atau patut diduga untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban pekerjaan saya," ucap Syafruddin menirukan Tito.

"Bahwa saya akan bekerja dengan jujur disiplin dan bertanggung jawab, cermat untuk kepentingan masyarakat bangsa dan negara," lanjut dia.

Syafruddin merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1985. Dia pernah dipercaya menjadi ajudan wakil presiden tahun 2004 semasa dijabat oleh Jusuf Kalla. Setelah Kalla tak lagi jadi Wapres tahun 2009, dia ditunjuk sebagai Wakil Kepala Polda Sumatera Utara selama setahun.

Pada tahun berikutnya, dia mendapatkan promosi menjadi Kapolda Kalimantan Selatan. Syarifuddin kembali ke Jakarta pada 2012 saat dimutasi menjadi Kepala Divisi Profesi dan Keamanan Polri. Kemudian pada 2015, dia dipindahkan menjadi Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.

Pria kelahiran 14 April 1961 ini akan purnatugas pada 2019. Setelah Budi Gunawan ditunjuk sebagai Kepala BIN, nama Syafuddin memang muncul, yang digadang-gadang akan mengisi posisi tersebut.

Mulanya, Polri terkesan menutupi dan menunggu hingga Budi Gunawan resmi dilantik sebagai Kepala BIN. Namun, isyarat bahwa Syafruddin akan menduduki posisi itu kian menguat ketika sejumlah sinyal mulai bermunculan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengisyaratkan bahwa calon tersebut adalah orang yang belakangan digadang-gadang menjadi Wakapolri.

"Sudahlah, kan sudah disebut-sebut juga. Sudah ramai kok," ujar Boy.

Kemudian, dalam rapat kerja jajaran Polri bersama Komisi III DPR, Wakil Ketua Komisi III Desmond Junaidi Mahesa yang memimpin rapat kerja sempat memanggil Syafruddin dengan sebutan "calon wakapolri" di awal pembukaan rapat. Syafruddin pada kesempatan tersebut duduk tepat di samping kiri Tito.

"Selamat siang, Pak Kapolri. Selamat siang, Pak Calon Wakapolri," kata Desmond di Ruang Rapat Komisi III DPR.  

Ini Balasan Surat Dari Guruna Rahing, Surat Sakit dari Rahing Kepada Guru Jadi Viral Di Media Sosial

Pada media sosial dan grup chat instant messenger sedang viral foto surat pemberitahuan dari orangtua siswa/murid kepada guru.
Diberitahukan, siswa/murid tersebut sedang sakit.
Namanya adalah Rahing, namun tak diketahui asal sekolahnya.
Hanya tertera nama daerah tempat tinggal orangtuanya, yakni Bontonompo.
Jika merujuk pada nama-nama daerah, Bontonompo adalah nama sebuah kecamatan di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.
Mayoritas penduduk Bontonompo adalah orang (suku) Makassar.
Bahasa digunakan orangtua Rahing dalam surat tersebut pun berlogat Makassar.
Jika mengaku pada bahasa Indonesia baku, surat ditulis orangtua Rahing dihiasi salah tulis (typo).
Kendati demikian, kalimatnya amat puitis.
Pembaca surat didugah emosinya agar menaruh empati kepada Rahing.
Silakan baca salinan isi suratnya berikut ini.

Kepada Yth
Bapak/Ibu Guruna Rahing
di- Tempa’/Sekolah
Assalamu Alaikun Wr. Wb,
Alangkah indahnya pagi ini, matahari bersinar dengang terang. Burun-burun pung bernyanyi dang senan. Bunga-bunga di tamang semerbak mewangi dang bermekarang. Tapi ibara’ bunga ada satu yan layu, yaitu Rahing. Hari ini dia tida’ bisa masu’ sekolah ka sakitki kasiang.
Sekiang dan Terima kasih

Bontonompo’, 7 September 2016

Orang tuana Rahing

Saat surat ini sedang viral, belum terungkap siapa sosok Rahing sesungguhnya.
Betulkah masih ada orangtua peserta didik mengirim surat kepada guru kala hampir semua orang memiliki telepon genggam dan tak sedikit mampu mengurim surat via e-mail.
Jika ditelaah, kemungkinan Rahing adalah tokoh fiksi seperti Mukidi yang sedang fenomenal.
Surat orangtua Rahing menjadi viral selang sekitar sepekan pascakisah humor Mukidi juga viral.
Jika penulis kisah humor Mukidi terungkap, yakni Soetantyo Moechlas, lain halnya dengan penulis surat orangtua Rahing yang masih menjadi misteri.
Saat penulis asli surat belum terungkap, kini muncul balasannya mengatasnamakan guru.
Dalam surat balasan, bahasa digunakan pun bahasa berlogat Makassar.
Namun, nadanya agak menantang.

Berikut salinan isi surat balasan.

Kepada Yth
Orang tuana Rahing
diTempat

Sekuntung salang seribu maaf,
Bunga yang layu, akang saya siram, sampaina mekar, dan akan berharap akan mengeluarkan wewangian yg semerbak, walau kutahu sekarang lagi kemarau dan tidak ada air, tapi saya rela, belikan Air galong untuk menyiram i.rahing
Semoga hari ini Rahing yg layu Besok bisa Bersahaja lagi.

Yang mengirim

 Guruna Rahing