KESEMPATAN LOWONGAN KERJA DI KEMENTRIAN SOSIAL !!! Tanggal 26 April - 08 Mei 2016


Lowongan Kerja : MEDIAnya RAKYAT SULAWESI
KESEMPATAN LOWONGAN KERJA DI KEMENTRIAN SOSIAL SEGERA MASUKAN LAMARAN ANDA
Kesempatan bagi yang belum mendapatkan pekerjaan segera daftar diri anda 
Pengumuman Rekrutmen Pendamping Dan Operator Program Keluarga Harapan (PKH) Tahun 2016.
Pendaftaran Mulai Hari ini ( Tanggal 26 April - 08 Mei 2016 )

Untuk Syarat & Info Kunjungi web sumber kami. Atau Ke Kantor Kementrian terdekat di tempat anda !!
Mohon di bagikan ke sahabat dan keluarga semoga bermanfaat.


BERIKUT TAHAPANNYA SEGERA COPY SAVE
















PROFIL H. ANNAR SALAHUDDIN SAMPETODING TURUNAN EMPAT ETNIS




 SIAPAKAH H.  ANNAR SALAHUDDIN SAMPETODING ????


H. Salahuddin Sampetoding  lahir di Makassar. Di tubuhnya mengalir darah Mandar,Bugis,Gowa dan Toraja. Ibunya, Hj. Amalia,orang Mandar Ayahnya Puang Atto, adalah orang Toraja.. 

Sebutan nama kecil Annar, di masa kecilnya Annar di kenal di lingkungan keluarganya dan di masyarakat  Annar di kenal sosok beramah bergaul pada siapa saja. 
Di usia 19 tahun Annar melanjutkan pendidikan di luar negeri (Jepang) setelah menyelesaikan pendidikannya di luar negeri annar kembali ke Mandar Sulawesi Barat, dan mengaplikasikan ilmunya di beberapa perusahaan milik Ayahnnyadan memimpin beberapa Organisasi Masyarakat di Sulselbar dan skala Nasional  di masa itulah. H. Annar Salahuddin Sampetoding Akrap di sapa “Puang Annar atau Ka’ Annar”. Di selah kesibukan mengembangkan usaha Bisnis di Mamuju, Makassar Hingga di Singapura, Annar masih menyempatkan membangun beberapa sarana umum di Mamuju dan bahkan tempat ibadah di beberapa tempat di antaranya juga ada di Tana Toraja Masjid Jami Musafir Buntu Kalando''ungkap Puang Mane' Tokoh Islam Tana Toraja''






Majunya H. Annar Salahuddin Sampetoding sebagai calon Gubernur Sulawesi Barat karena dorongan keluarga dan sahabat-sahabatnya “ Pulang kampungmki  Daeng  sulbar butuh perubahan dan sosok pemersatu'  ungkap Syahril Hamdani dan beberapa sabat lainya. Di buktikan pada saat pertemuan di hadiri ratusan beberapa Tokoh-tokoh masyarakat Mandar dari berbagai suku di sulawesi selatan dan Mamuju pertengahan Desember 2015. Mendukung majunya sebagai calon Gubernur Sulawesi Barat , harapan masyarakat Sulawesi Barat  majunya H. Annar Salahuddin Sampetoding, pemersatu Etnis dan bisa mewujudkan Sulawesi Barat aman dan sejahtera dapat pulah mendorong tingkat ekonomi yang lebih baik, Kiprah H. Annar Salahuddin Sampetoding adalah seorang Pengusaha Nasional relasi Pengusaha dan tokoh mengenal dekat sosok  H. Annar Salahuddin Sampetoding hingga ke manca negara.




















SIAPAKAH H.  ANNAR SALAHUDDIN SAMPETODING ????



Puang Sangalla , beristri   Sindo' Lammai Buntao'

Lahirlah Putri pertama 

Puang Haji Lai' Rinding = Jacob Sampetoding

Lahirlah Putra pertama

Puang Atto = Hj. Amalia, anak dari Hj, Manikam ,Ambo Tjattja => MANDAR SULAWESI BARAT

 Lahirlah  H. ANNAR SALAHUDDIN SAMPETODING    

'' sejarah ada karena adanya Pelaku, Ruang, Dan Waktunya''

 Tingkat keberadaban suatu bangsa dapat dilihat dari pemeliharaan dan pelestarian terhadap arsipnya. Jadi, arsip termasuk salah satu aset negara yang berharga, bukan? Karena negara yang tanpa arsip, ibarat negara yang tidak punya jatidiri.

Arsip : Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

          :Nationaal Archief Belanda
          : Museum Buntukalando Toraja
          : Balla Lompoa Gowa
          : Tokoh Adat Lintas Nusantara



SEJARAH LAKIPADADA KRATON JOGJA, KAMBOJA, TORAJA,GOWA,LUWU,BONE , MANDAR

Silsilah dimulai dari Puang Tamboro Langi’Tomanurung Pertama yang menurut Hikayat turun dari lagit di puncak Gunung Kandora (Kecamatan Mengkendek) pada pertengahan abad 4

Puang Tamboro Langi’ inilah yang merupakan raja petama di Kalindobulanan Lepongan Bulan dan sekaligus merupakan leluhur raja-raja di Kerajaan Lepongan Bulan (Tana Toraja) pada khususnya dan Kerajaan Tallu Bocco yang pertama (Toraja,Luwu dan Gowa) pada umumnya

1. Puang Tamboro Langi. Bergelar Puang Tomatasak yang pertama di Kalindobulanan Lepongan Bulan,Kawin dengan Puang Sanda Bilik dari Sungai Sa’dan di Saepa Deata,melahirkan 4 orang Putera
A. Puang Papai Langi’ di Gasing
B. Puang Tumambuli Buntu di Napo
C. Puang Sanda Boro di Batu Borrong(Kaki Gunung Sinaji)
D. Puang Messok di Rano Makale

2. A. Puang Papai Langi’ menggantikan ayahnya sebagai Puang Tomatasak II,kawin dengan 2 orang Putri,masing-masing bernama:
A.1. Puang Allo anginan,berasal dari air kolam di Gasing,melahirkan 4 orang anak
a. Puang Paetong di Otin Mengkendek
b. Puang Toding di Banua lando Makale
c. Puang Landek di Su’pi Sangalla’
d. Puang Panggeso di Tiromanda Makale
A.2. Tumba’ Sarambunna dari keturunan tomakaka di Banua Puan,melahirkan 8 anak :
a. Sarambunna di Tinoring Mengkendek
b.Tomemanuk di Bala Mengkendek
c. La’la di Batu Rondon Mengkendek
d. Samang di Tengan Mengkendek
e Yarra’ Matua di Palipu’Mengkendek
f. Tintiri Buntu di Sillanan Mengkendek
g. Bangke’ Barani di Botang Makale
h. Bombiri Lemo di Pa’buaran Makale

B. Puang Tumambuli Buntu diangkat sebagai Puang Tomatasak Muda di Kalindobulanan di Ulunna Lepongan Bulan,kawin dengan 2 orang Putri,masing-masing bernama:
B.1. Puang Bo’ngga ri Napo,berasal dari batu di Napo,melahirkan 4 orang anak
a. Puang Saredadi di Karua
b. Puang Emabtu di Sesean
c. Puang Ampang di Sa’dan
d. Puang Lambe’susu di Napo
B.2. Puang Manaek di Nonongan ,melahirkan 9 anak :
a. Puang Palaga di tarongko Makale
b. Puang Marimbun di Bungin Makale
c. Puang Rambu Langi’ di Pangi Makale
d. Puang Tokondok di Buakayu
e Puang Tinti di Lambun Tapparan,Salluputti
f. Puang Paladan di Siguntu’Nonongan
g. Puang Pata’ba’di Parakan
h. Puang Petimba Bulaan di Kaero

C. Puang Sanda Boro diangkat sebagai Puang Tomatasak Muda di Kalindobulanan di Ingkokna Lepongan Bulan,kawin dengan seorang Putri, bernama:
C.1. Puang Bu’tui Pattung,berasal dari Batu Borrong,melahirkan 4 orang anak
a. Puang Palandongan di di Marintang
b. Puang Rombe Londong di Tabang
c. Puang Mate Malolo (meninggal saat masih gadis)
d. Puang Lakipadada

Mengembara mencari ilmu untuk hidup abadi sampai akhirnya menikah dengan Putri Gowa yang melahirkan: "undaka tang mate"

Puang Patta La Bantan (Toraja)
Puang Patta La Bunga (Luwu)
Puang Patta LaMerang (Gowa)

D. Puang Messok diangkat sebagai Puang Tomatasak Muda di Kalindobulanan Tanganna Lepongan Bulan,kawin dengan seorang Putri, bernama:
D.1. Puang Timban,di rano Makale,melahirkan seorang anak
a. Puang Payak Allo bergelar Datu Matampu’,menggantikan Pamannya Puang Papai Langi’, sebagai Puang Tomatasak III di Kalindo Bulanan Lepongan Bulan di Rano

3. Puang Payak Allo sebagai Puang Tomatasak III kawin dengan Puang Tumba’ Paramak dari Makale dan melahirkan seorang Putra bernama Puang Laso’ Paramak
Pada masa ini terjadilah Perang Saudara Pertama di Kalindo bulanan Lepongan Bulan,antara Puang Paramak Datu’ Matampu dengan Puang Rambu Langi’ dari Pangi

4. PuangPatta La Bantan anak dari Puang Lakipadada kembali dari Gowa akhirnya dilantik sebagai Puang Tomatasak IV di Kalindo bulanan Lepongan Bulan di Kaero,untuk menenangkan saudara-saudaranya yang berperang di kampung
Puang Patta La Bantan inilah yang membangun Kaero sebagai Tongkonan Layuk di Kalindobulanan Lepongan Bulan.
Menikah dengan Petimba Bulaan dari Nonongan dan melahirkan putera bernama Puang Timban Boro (Puang Tomtasak V)

basse-tallu-lembangna
BASSE TALLU LEMBANGNA

Silsilah Lakipadada…

5. Puang Timban Boro
Menggantikan ayahnya Puang Patta La Bantan sebagai Puang tomatasak V di Kalindo bulanan Kaero,kawin   dengan seorang putri bernama Puang Pasuen dari Tondon Makale yang melahirkan Putra bernama Puang Kapu’Boro

6. Puang Kapu’ Boro
Menggantikan ayahnya Puang Puang Timban Boro sebagai Puang tomatasak VI di Kalindo bulanan Kaero,kawin   dengan seorang putri bernama Puang Dipa’pitu dari Kombong Bura yang melahirkan Putra bernama Puang Tangmarakia

7. Puang Tangmarakia
Menggantikan ayahnya Puang Kapu’ Boro sebagai Puang tomatasak VII di Kalindo bulanan Kaero,kawin   dengan seorang putri bernama Puang Tumba’paseno Langi dari Buntu Kaero yang melahirkan Putra bernama Puang Paseno langi’

8. Puang Paseno langi’
Menggantikan ayahnya Puang Tangmarakia sebagai Puang tomatasak VIII di Kalindo bulanan Kaero,kawin   dengan seorang putri bernama Puang Tumba’Tangkokean dari Otin Mangkendek yang melahirkan Putra bernama Puang Tanggulungan

9. Puang Tanggulungan
Menggantikan ayahnya Paseno langi’ sebagai Puang tomatasak IX di Kalindo bulanan Kaero,kawin   dengan seorang putri bernama Puang Tumba’Riu’Datu dari Batualu yang melahirkan Putra bernama Puang Sampa Raya

10. Puang Sampa Raya
Menggantikan ayahnya Puang Tanggulungan sebagai Puang tomatasak X di Kalindo bulanan Kaero,kawin   dengan seorang putri bernama Puang Tumba’Bubun Datu dari Tondon,Makale yang melahirkan Putra bernama Puang Galugu

11. Puang Galugu
Menggantikan ayahnya Puang Sampa Raya sebagai Puang tomatasak XI di Kalindo bulanan Kaero,kawin   dengan seorang putri bernama Puang Tumba’Lanjang dari Tondon,Makale yang melahirkan 2 orang Putra yaitu:
       11.1. Puang Lanjang Dolo
                kawin dengan Puang Tumba’Kaise’ dari Butualu melahirkan 5 orang anak
11.1.a Puang Bullu Matua
11.1.b Puang Pasolang Boro
11.1.c Puang Tandi
11.1.d Puang Bala Lelen
11.1.e Puang Pagunturan

       11.2. Puang Pabuaran Dolo
                kawin dengan Puang Tumba’Kaise’ dari Butualu melahirkan 5 orang anak
11.2.a Puang Raya Sampin
11.2.b Puang Tampang
11.2.c Puang Tangmarak

12. Puang Pabuaran Dolo
Menggantikan ayahnya Puang Galugu sebagai Puang tomatasak XII di Kalindo bulanan Kaero,disini tidak ada catatan mengapa Pengganti Puang Galugu adalah Puang Pabuaran Dolo bukan Anak tertuanya Puang Lanjang Dolo.

13. Puang Raya Sampin
Menggantikan ayahnya Puang Pabuaran Dolo sebagai Puang tomatasak XIII di Kalindo bulanan Kaero
Catatan: Pada zaman ini terjadi Perang saudara ke II, antara Puang Raya Sampin dengan Puang Bullu Matua(anak dari Puang Lanjang Dolo)

14. Puang Bullu Matua

Dalam perang saudara kedua di Kalindobulanan tsb dimenangkan oleh Puang Bullu Matua dan diangkat menjadi Puang Tomatasak XIV di Kalindobulanan Lepongan Bulan,Kawin dengan Puang Bitti’Langi’ dari Tarongko Makale yang melahirkan tiga orang anak,Yaitu

14.1. Puang Bitti’Langi
Kawin dengan Puang Tumba’Pakolean dari Pangi dan melahirkan
14.1.a Puang Tiang Langi’
14.2. Puang Kanna
Kawin dengan Puang Puling dari Otin Mangkendek dan melahirkan
14.2.a Puang Palodang
14.2.b Puang Kombo Langi’
14.3. Puang Makaun Allo (gugur dalam perang saudara)

BASSE TALLU LEMBANGNA
Setelah ketiga cucu Puang Bullu Matua sudah dewasa,beliau membagi Kerajaan Lepongan Bulan menjadi tiga Kerajaan diatas suatu landasan sumpah yang disebut Basse Tallu Lembangna yaitu Makale. Sangalla’ dan Mengkendek

 demikian secara simbolis ,Puang Tomatasak Kalindobulanan Lepongan Bulan yang menurut sejarah dijabat oleh Puang Basse Tanganna Sangalla’ selama 13 periode mulai dari Puang Palodang sampai Puang Laso’Rinding (Puang Sangalla'. 'Sumber referensi ungkap Fakta 2008 // Panitia Andi Pangeran http///.seminarbudayanusantara,jogja.com''

Aktifis dan Beberapa Lembaga Resmi !!! Syahrul Yasin Limpo Dilaporkan ke KPK,

MEDIanya RAKYAT SULAWESI : - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menghadapi gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar dan dilaporkan ke KPK oleh puluhan aktivis terkait reklamasi Pantai Losari di kawasan Center Point of Makassar (CPI).
Puluhan aktivis di PTUN Makassar menggugatnya terkait penyalahgunaan wewenang dan memberikan izin reklamasi tanpa persetujuan pemerintah pusat. Bahkan, Syahrul dituding merusak lingkungan hidup biota laut karena megaproyek reklamasi Pantai Losari.
Adapun lembaga yang melaporkan Syahrul di PTUN Makassar ialah LBH Makassar, Walhi Sulsel, Fik Ornop, ACC, YKL, SP Angin Mamiri, Aman Sulsel, dan Kontras Sulsel.
Sementara itu, Syahrul dilaporkan ke KPK dari berbagai lembaga yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KMAK). Koalisi ini di antaranya lembaga Kopel Indonesia, LP Sibuk, Universitas Patria Artha, Aliansi Selamatkan Pesisir (ASP), dan beberapa lembaga lainnya.
Saat ini, sidang lanjutan terkait reklamasi Pantai Losari terus bergulir di PTUN Makassar. Sidang gugatan terhadap Gubernur Sulsel selalu dipadati puluhan aktivis.
Menurut Kepala Departemen Advokasi dan Kampanye Walhi Sulsel Muhammad Al Amin mengatakan, reklamasi untuk pembangunan CPI yang saat ini bergulir di pengadilan terus memperlihatkan kenyataan kepada publik bahwa reklamasi dan proyek CPI memiliki berbagai persoalan, baik yang sifatnya regulatif, perizinan, maupun perubahan-perubahan alam dan kerusakan lingkungan.
“Setelah izin pelaksanaan reklamasi yang diterbitkan gubernur ternyata belum mendapatkan rekomendasi dari KKP. Dalam sidang peninjauan setempat, publik kembali diperlihatkan secara langsung maupun dalam bentuk peta terkait perubahan-perubahan yang terjadi selama reklamasi pesisir Makassar dilakukan,” kata Al Amin, Selasa (26/4/2016).
Al Amin mengatakan, dalam peta yang diperlihatkan, kondisi pesisir Makassar telah berubah dari tahun ke tahun. Tahun 2010, peta tersebut memperlihatkan kondisi pesisir barat Makassar yang masih laut, tetapi 2015 pesisir barat Makassar telah menjadi daratan yang lokasinya persis di area proyek CPI.
“Artinya, selama ini, apa yang disampaikan oleh Pemprov Sulsel bahwa belum ada aktivitas reklamasi di area proyek CPI sesungguhnya merupakan pernyataan yang tidak benar. Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Laut juga mengatakan dalam konferensi persnya, perubahan bentang alam di proyek CPI sesuai peta hasil reklamasi yang dibuat oleh ASP telah menyebabkan kerusakan ekosistem dan hilangnya akses masyarakat pesisir terhadap laut,” tuturnya.
Dengan demikian, lanjut Al Amin, reklamasi CPI justru akan menimbulkan potensi bencana yang lebih besar seperti banjir rob karena perubahan pola arus laut dan meningkatnya sedimentasi.
Hal ini bertolak belakang dengan alasan Pemprov Sulsel membangun CPI untuk mitigasi bencana. KMAK yang melaporkan kasus reklamasi Pantai Losari di kawasan CPI ke KPK memprediksi kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp 15 triliun. Dalam laporan KMAK ke KPK, Pemprov Sulsel, dalam hal ini Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, dua pihak pengembang, yakni PT Ciputra Grup dan PT Yasmin, sebagai terlapor.
Menurut salah satu anggota KMAK, Syamsuddin Alimsyah, yang juga Direktur Kopel Indonesia, mengatakan, ada beberapa poin dalam kasus dugaan korupsi ini yang dianggap melawan hukum, yakni penyalahgunaan wewenang, soal perizinan yang menguntungkan atau memperkaya kelompok atau perorangan, dan merugikan negara hingga Rp 15 triliun.
Syamsuddin mengungkapkan, pihak Pemprov Sulsel sengaja menabrak undang-undang. Perda zonasi dan pemanfaatan pulau-pulau tidak melibatkan pemerintah pusat, dalam hal ini kementerian.
Terlepas dari itu, sebelumnya Pemprov Sulsel melakukan reklamasi dengan menggunakan dana APBN dan APBD untuk pembangunan Wisma Negara serta penimbunan laut ke lokasi tersebut.
“Modusnya pembuatan Wisma Negara menggunakan APBN dan APBD. Untuk pembangunan Wisma Negara, harus ada restu pembangunan dari Sekretaris Kabinet. Belakangan terungkap, ada perusahaan lain yang melakukan reklamasi lebih besar dan melakukan penjualan tanah per kapling-kapling dengan harga sangat tinggi pada kawasan elite CPI itu. Dari penjualan lahan reklamasi itu, Pemprov memberikan kewenangan ke Ciputra Grup untuk menerbitkan sertifikat hak guna bangunan (SHGB),” tuturnya.
Menurut Syamsuddin, KMAK telah melaporkan kembali kasus reklamasi Pantai Losari ini menambah laporan pada tahun 2014 lalu, Senin (25/4/2016). Selain melaporkan kembali, KMAK juga menyerahkan bukti-bukti baru ke KPK terkait dugaan korupsi reklamasi Pantai Losari.
“Jika dihitung-hitung, kerugian negara yang ditimbulkan dalam reklamasi Pantai Losari kawasan CPI itu sebesar Rp 15 triliun. Buktinya, pihak PT Ciputra Grup dan PT Yasmin melakukan penjualan tanah kapling hasil reklamasi kepada orang perorangan dengan minimal harga Rp 15 juta per meternya,” katanya.
Megaproyek reklamasi seluas 157,23 hektar bertajuk Center Point of Indonesia yang direncanakan Pemprov Sulsel jatuh di tangan pengembang Ciputra. Akibat reklamasi itu, sebanyak 45 kepala keluarga (KK) kelompok nelayan yang bermukim di kawasan pesisir Pantai Losari tergusur.
Megaproyek tersebut akan dibangun kota baru di pesisir Pantai Losari dengan kawasan permukiman elite. Reklamasi Pantai Losari akan menggunakan pasir putih untuk kawasan wisata.
Andi Pangeran - : MEDIanya RAKYAT SULAWESI

Annar Sampetoding Trending Topic di Medsos

MEDIAnya RAKYAT SULAWESI - ; Annar Salahuddin Sampetoding - Syahril Hamdani  menjadi trending topic di media sosial Salah satunya di facebook Group Politik  Puluhan akun memasang postingan tentang pencitraan sebagai bentuk dukungan terhadap pasangan bertagline "Sulbar Hebat" Satu satunya Calon Gubernur Yang  muncul dengan pasangannya,


Di Grup Politik dan Beberapa akun Facebook pribadi lainya misalnya, Annar-Syahrir lebih banyak dibicarakan dibandingkan paslon lainnya, seperti Ali Baal Masdar ( ABM ), Suhardi Duka ( SDK ), Salim Mengga,

Paslon Annar-Syahrir  lebih dominan menjadi tren pembicaraan positif dibandingkan yang lainnya. Umumnya pemilik akun memosting bentuk dukungan moril terhadap Annar-Syahrir yang dinilai pasangan ideal di Sulawesi Barat,




11 - 12 Ahok dengan Bung Annar Sampetoding Berani, Tegas dan Mapan kata ''Imran'' Mahasiswa Program Doktor  Ilmu Hukum Umi Makassar salah satu pengomentar eksis di Medsos Group  Politik facebook Sulselbar.


Grup beranggotakan 36.453 akun ini makin marak menjadi tempat perbincangan warga tentang paslon yang mereka usung  Sejak akhir  2015 , anggota grup ini bertambah.

Pemilik akun adalah warga Makassar, Bugis, Mandar , Toraja  yang bermukim di sulawesi Selatan Barat dan  perantauan.

Setelah Annar-Syahrir paslon kedua terbanyak dibicarakan adalah SDK, ABM Cabup Sulbar Dan Nurdin Abdullah Cabup Sulsel Dan Ahok di Pilgub DKI Jakarta, Selain saling mendukung, tidak jarang grup ini menjadi ajang berdebat tentang paslon mereka. ”ujar Andi Pangeran  admin grup .                                                       

Beruntung Jika Mengenal Pria Toraja

Suku Toraja, adalah suatu suku-bangsa yang mendiami dataran tinggi Sulawesi Selatan. Suku Toraja selain di Sulawesi Selatan terdapat juga pemukiman orang-orang Toraja di beberapa wilayah di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat bahkan di Eropa. Populasi suku Toraja diperkirakan lebih dari 1.000.000 orang.
Sebelum kata Toraja, digunakan Tondok Lepongan Bulan, To Raja digunakan untuk nama suatu negeri yang sekarang dinamakan Tana Toraja
 laki padada yang ke gowa pada akhir abad ke 13. 
Dalam sejarah Toraja, Laki padada adalah seorang  raja yang pergi mengembara untuk mencari hidup yang abadi kemudian tiba dikerajaan Gowa. 
Pada mulanya penduduk Toraja, beragama Aluk Todolo (Agama Leluhur) tetapi pada awal abad 19 pengaruh agama Islam mulai masuk terutama pada bagian selatan.
 Kemudian dengan adanya Pemerintah Kolonial Belanda didaerah tersebut maka agama Kristen masuk kedaerah ini lalu mempengaruhi kebudayaan asli daereh ini pada tahu 1906
Berdasarkan bahasa, Bahasa Toraja-Sa’dan memiliki beberapa dialek, antara lain:


  • Makale (Tallulembangna)
  • Rantepao (Kesu’)
  • TorajaBarat(Mappa-Pana)     
    Ciri - ciri Cowo' atau Pria Toraja 
  • 1. Bertanggung jawab terhadap amanah yang di berikan Satu Kata satu kali berbicara Bisa Membuat Orang Sukses , Konsisten Satu Kata Juga Bisa Membuat Orang Mati 
  •  ''Misa Kada Di Potuo Pantan Kada Di Pomate ''
  • 2. Rajin dan pekerja keras   Ayam masih Berkokok di Subuh Hari Kita Suda Bekerja Ayam Suda Beristrahat Kita Masih Bekerja "Dopalu Buyanna Tu Manuk Ma'jamamiki Kita Membuyamo Tumanuk ma'jama Siapaki'"
  • 3. Setia Kawan  Mengutamakan persaudaraan persahabatan '' passangmanean"
  • 4. Kasih Sayang Dan Setia Masyarakat Toraja mengenal Cinta Sejak Dahulu kala yang dimana menceritakan Kisah Dodeng dan Paerengan Layak Romeo dan Juliet Kisah dan bukti kesetian itu terdapat pada adat masyarakat Toraja dahulu hingga sekarang yakni Aluk Rambu Tuka' Na Rambu Solo' Hingga mati pun mereka mengenang dan mengupacarakanya dengan adat tradisi Susah Melupakan, Penyayang dan Setia, 
  • ( Mohon kritik dan saranya demi melestarikan budaya kita terima kasih telah mengunjungi Blogspot Website kami )
  • Hp. : 081355356101
    Pin BB. : 5ba798ee