7 Kunci Kebahagiaan Dalam Hidup Menurut Sayyidina Ali Bin Abi Thalib RA

7 Kunci Kebahagiaan Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA

1.       Jangan membenci siapapun, walau ada yang menyalahi hakmu.

2.       Jangan pernah bersedih secara berlebihan, sekalipun problem memuncak.

3.       Hiduplah dalam kesederhanaan sekalipun serba ada.

4.       Berbuatlah kebaikan sekalipun banyak musibah.

5.       Perbanyaklah memberi walaupun anda sedang susah.

6.       Tersenyumlah walaupun hatimu sedang menangis.

7.       Jangan memutus doa untuk saudara mukmin.
Demikianlah 7 Kunci Kebahagiaan Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA. Semoga kita mampu menarapkannya dalam kehidupan sehari-hari.. Amiin..
By Pangeran Media Informasi Online Pilihan Masyarakat Sulsel

Gerakan Mari Berbelanja Di Warung Tetangga

Gerakan "Mari berbelanja di warung tetangga!"

Berbelanja kebutuhan harian, mingguan atau bulanan keluarga, biasanya kita lakukan di hari libur. Tetapi, bijakkah kita bila membeli jauh2 ke pusat belanja "modern"?
Coba tengok kebiasaan kita ini. Belanja di swalayan IndoMart atau AlfaMart, semua barang memang terpampang. Tapi, hampir tak ada interaksi kemanusiaan. Apalagi pertemanan dan persaudaraan. Bertahun-tahun kita menjadi pelanggan, yang bahkan dibuktikan dengan "kartu pelanggan", tapi sungguh penjualnya tetap tidak kita kenal. Bahkan pelayanpun kita tak tahu siapa, apa dan bagaimana kehidupan mereka. Komunikasi hanya dengan "pelayan", ingat bukan "penjual". Dan hanya seputar transaksi saja. Itupun sekarang diwakili dengan tulisan.

Sementara ketika kita membeli di warung tetangga, selain dekat, juga ada interaksi sosial kemasyarakatan yang akrab. Ada "obrolan", bukan sekedar transaksi barang yang menghilangkan nilai sosial kemanusiaan kita. Kita jadi tahu, kenal dan dekat dapat silaturahmi dengan masyarakat dan lingkungan. Komunikasi beginilah yang manusiawi. Yang menghubungkan antar orang, komunitas dan masyarakat. Bukan sekedar barang, angka penjualan dan plastik kemasan.

Membeli di warung tetangga akan menumbuhkan kekuatan ekonomi keluarga itu. Kita jadi berperan bagi tegaknya ekonomi dan ketahanan sebuah keluarga. Suami, istri dan anak2nya. Dan mereka, berperan sebagai penjual. Berwirausaha. Bukan sekedar menjadi pelayan alias babu dari para pemilik modal kapitalis liberal yg berdalih seragam karyawan...
Bayangkan, sampai umur berapa toko2 modern "mau" mempekerjakan para pelayan ini? Cuma saat usia muda. Sedang dengan menjadi "penjual", sebenarnya mereka akan "terhidupi" Bahkan sampai anak-anak mereka dewasa.

Belum lagi soal efektifitas budget kita. Bayangkan, saya pernah uji coba, membawa uang 100 ribu dan pergi ke toko swalayan modern. Ternyata kurang! Dan lihat belanjaannya. Saya banyak membeli barang yang tak perlu. Karena godaan iklan dan penataan, saya melakukan pemborosan!

Sedang ketika saya ke warung tetangga, uang 100 ribu masih sisa. Barangnya pun sangat fungsional, benar-benar kebutuhan pokok. Dan saya mendapatkan bonus ungkapan penjual yang membahagiakan, "Alahamdulillah  syukur ya, pagi2 sudah ada yang belanja 75 ribu.... makasih ya bu", sambil tersenyum tulus...
Sungguh itu bonus yang lebih mahal daripada sekedar "obral dan diskon ngakali" yang penuh strategi bisnis.

Jadi berpikirlah sebelum berbelanja! Shopping lah di warung tetangga atau pasar tradisional. Nikmatilah sisi kemanusiaan anda.
Disitulah "rekreasi sebenarnya".Jangan buang waktu anda di swalayan dan supermall modern hanya untuk membeli kebutuhan pokok rumah tangga anda. Warung tetangga jauh Lebih murah, manusiawi, menumbuhkan ekonomi, memberdayakan masyarakat, dan ada nilai silaturahmi antar tetangga.
Mau umur panjang dan banyak rejeki? Mari biasakan berbelanja di warung tetangga baik kita.

Sekali lagi " Ayo Selamatkan Warung/Toko dan Pasar Tradisional di sekeliling kita"!

Mohon dishare ya. BY DEWAN UKM INDONESIA

" Wauww Farid !!! MAHASISWA UIM MAKASSAR ASAL FLORES, MANGGARAI "

Abdul Farid angkatan 2014 Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar  
Seharian  layak sebagai mahasiswa pada umumnya yg beraktifitas mengikuti proses perkuliahan 
Di selah kesibukan rutinitas sebagai mahasiswa Abdul Farid ( Farid ). 
Melakoni hal yang tak semua Mahasiswa pada umumnya yang hanya mengisi kekosongan waktu dengan hal tak berguna, Farid seorang Mahasiswa yang bermodal kepercayaan yang Ia tanamkan mampu  mengembangkan Bisnis Property  dari
kerja sama dari beberapa rekan pengembangnya di Kota Makassar beranggapan di seharian Mata kulia hanya berproses 5 jam sampai dengan 7 jam sedangkan 24 Jam waktu yang kita lalui, pembagian jam istrahat dan waktu beribadah kurang lebih hanya menyita waktu 2 sampa 3 jam selebih dari pada itu ( kata Farid di selah ngobrol di salah satu Kafe Jl. Perintis oleh salah satu Krew Media Rakyat Sulawesi mengatakan ).
 " Saya lakoni hal ini selain mencari Uang ada hal yang sangat berguna bagi saya yakni Pengalaman, Alhamdulillah di lain dari pengalaman, Uang kulia saya sendiri yang bayar dan memenuhi kebutuhan lainya hidup di Kota besar seperti Ini , ( ungkap Farid ). 
Dari hal ini Patut di contoh di mana sebagai Mahasiswa Sosial Kontrol atau Agen Perubahan petik hikma dari salah satu Mahasiswa Asal Manggarai Flores mengatur waktu sebaik mungkin melakoni Bisnis tanpa menelantarkan kulia, 
(By Andi Media Rakyat Sulawesi).

Berita Hilang Anak Usia Enam Tahun

Anak usia enam Tahun tak pulang ke Rumah  Setelah pulang dari Sekolah Faisal Agil Saladin warga Jln. Landak Baru 8/35 Siswa SD Inpres Mamajang Makassar
Pihak keluarga khawatir memberitakan hal ini ke salah satu Group Tranding Makassar Dagang postingan Pulah pasca pengunggahan Ratusan anggota pengguna Facebook turut prihati Comentar  dengan pemberitaan ini, dan membantu pihak keluarga mencari bocah ( Faisal Agil Aladin ).
Di konfirmasi pihak keluarga keberadaan Fisal Agil Aladin sampai saat ini belum di ketahui , sebagian Rumah temanya suda si datangi dan beberapa tempat bermain tapi tak membuai hasil keluarga pula belum melakukan pelaporan ke  pihak yang berwajib di karenakan masih tahap pencarian keluarga dulu tandas salah satu Kakak dari si bocah hilang, Bila Pembaca Melihat Atau mengetahui keberadaanya dapat menghubungi Pihak keluarga di Nomor Hp : 082188885785

Ketua Fraksi Nasdem Mendesak Pemerintah Kota Untuk Segera Merealisasikan Yang Suda Di Paripurnakan



Ketua Fraksi Nasdem mendesak Pemerintah Kota untuk segera merealisasikan  yang suda di paripurnakan Mario David 
Persoalan infrastruktur yang masih dominan dikeluhkan, seperti drainase dan lampu jalan. ‎
Drainase yang sempit dan buntu sehingga menyebabkan genangan ketika hujan turun, serta masih banyak lorong-lorong yang belum memiliki penerangan dan lampu jalan.
Aspirasi tersebut berasal dari dapil II (Tallo, Ujung Tanah, Bontoala, Wajo) dan Dapil III (Tamalanrea, Biringkanaya). ‎Anggota DPRD Makassar dari dapil III, Mario David, mengaku infrastruktur jalan paling banyak dikeluhkan. Terutama, drainase dan lampu.
‎Namun, kata dia, yang sangat mendesak saat ini adalah realisasi Jalan penghubung Kelurahan Kapasa dan Kelurahan Daya,  yakni jalan alternatif dari Jalan Biring Romang tembus pondok sawah daya. Menurutnya, jika itu terealisasi bisa mengurai kemacetan di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya perempatan jalan masuk kampus UKIP.
Selain itu, kata dia, mendesaknya realisasi jalan penghubung alternatif itu, karena tahun ini Kelurahan Kapasa akan menjadi kelurahan yang akan dinilai dalam lomba kelurahan terpadu tingkat nasional. Olehnya, Ketua Fraksi Nasdem ini mendesak Pemerintah Kota untuk segera merealisasikan jalan tembus tersebut, sebab usulannya sudah di rapat paripurnakan oleh dewan pada bulan Desember lalu.Senin 29 Februari

‎